SUMENEP Suksesi-Indonesia.com– Upaya Perintah Kabupaten (Pemkab) untuk terus melakukan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sepanjang tahun 2025, bukan sekdar isapon jempol.
Namun upaya konkrit terus dilakukan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang sasaran utama pemerintahannya memang untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.
“ upaya mengurangi angka pengangguran merupakan salah satu dari misi besar Pemkab Sumenep, yakni dengan membangun masyarakat yang lebih mandiri dan mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik.”ungkap Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo beberapa waktu lalu.
Tentunya sejumlah langkah konkret terus dilakukan Pemkab untuk menjaga tren positif tersebut. mulai dari program wirausaha santri, job fair, hingga pelatihan sumber daya manusia (SDM) profesi khusus, khususnya mendorong pembinaan UMKM serta penyaluran kredit tanpa bunga (0 persen) bagi pelaku usaha kecil dan menarik investasi baru ke Sumenep.
“Alhamdulillah, kita tetap bersyukur berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, usaha ini terus berdampak positif untuk masyarakat kita,” katanya.
Salah satu upaya menurunkan kemiskinan di kabupaten Sumenep juga banyak di dukung oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yakni 30 Persen Lebih Sumbangsih Tenaga Kerja di Sumenep dari unsur pelaku UMKM.
Baik dari sektor perdagangan, kuliner, industri dan sebagainya.
Hal tersebut juga ditegaskan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli. Menurutnya, sumbangsih luar biasa dari UMKM tersebut tentunya bisa menopang 3% sampai 4% sektor ekonomi di kabupaten Sumenep.
“Dengan jumlah UKM yang hampir 300 ribu, yakni 298 ribu lebih, banyak potensi secara riil yang terus kita dorong khususnya di tahun-tahun terakhir ini,” ungkap Ramli, Jumat (31/10/2025).
Dikatakan, beberapa UKM yang paing tampak saat ini di antaranya aglomerasi pabrik hasil tembakau, yang sudah nyata bisa merekrut minimal 220 orang tenaga kerja dan berbagai upaya riil yang sudah dilakukan. Jika di total sekitar 300 ribuan UKM artinya sekitar 30% dari Penduduk Sumenep sekitar 1,1 Juta jiwa lebih, jika di presentasikan dari sisi tenaga kerja sudah mendekati 50%.
Upaya lainnya juga termasuk bagaimana bisa meyakinkan pasar dengan legalitas perizinannya. Bahkan, Pemkab Sumenep sudah membuka warung pelayanan, namanya halal hub untuk fasilitasi pendampingan yang juga dibantu biaya untuk pengurusan legalitas perijinannya termasuk sertifikat halal, ijin merek dan sebagainya.
Kemudian di bidang promosi difasilitasi, juga pameran ,misi dagang dan fasilitas-fasilitas lain yang mengarah kepada penggunaan teknologi berbasis IT, termasuk agenda kalender disetiap kalender event itu UKM hadir. Dan dipastikan kehadiran dan peluang untuk membuka usaha bagi pelaku ekonomi untuk mendapatkan upaya konkrit.
“ini membuktikan pemerintah hadir untuk memberikan berbagai fasilitas dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakatnya,”tandasnya.
Sementara sejumlah potensi UKM yang sudah mendapatkan atensi diantaranya keris ukiran dan batik yang sudah go internasional, juga kelor, pattek, serta bawang yang dari rubaru memiliki sertifikat khusus yang secara geografis bawang Rubaru memiliki khas.(rus)









