SUMENEP, Suksesi Indonesia.com-Konser Akbar pertunjukan Valen dan Mila ( Milen ) DA-7 Indosiar, pada hari Jumaat 2 Desember 2026 , pukul 19.00 bertempat di GOR A. Yani Kab. Sumenep, menyisakan kenangan pahit bagi sejumlah musisi Pamdas di Kab. Sumenep
Berbagai kritikan tajam dari kalangan pecinta musik di Kab. Sumenep, mulai terendus media online, para pekerja seni menganggap bahwa kehadiran Valen ke Sumenep dinilai tidak mewarnai musisi yang tergabung dalam komunitas penikmat seni khususnya, Pemerhati Artis Musik Dangdut (Pamdas) Kab. Sumenep.

Kehadiran Valen dan Mila (Milen) DA.7 Indosiar itu tampak dengan musisi dari luar daerah, dan tidak tercatat dalam komunitas dangdut, sehingga kurang memberikan nuansa yang tepat bagi pertunjukan Akbar bagi Valen dan Mila.
Alhasil, konser Valen dinilai kurang memberikan dampak positif dan terkesan kurang professional, padahal Valeen itu artis pendatang yang semestinya disambut oleh musik pengiring yang terdaftar dalam satu komunitas musik dari Kab. Sumenep
Namun, ternyata tidak, justru kehadiran Valen bersama musisi yang lain dari luar daerah, sehingga aksi panggung dan musisi dinilai kurang memberikan spirit atau gairah bagi pecinta musik, khusus bagi komunitas pecinta dangdut di Kab. Sumenep.
Pertunjukan dan konsernya tidak sesuai dengan harapan para pendukung Valen dan Mila, sehingga menimbulkan isu tak menyenangkan dilingkungan komunitas Pamdas Kab. Sumenep.
Awalnya, Kehadiran Valen Akbar itu, di harapkan bakal menambah gairah bagi pecinta musik di Kab. Sumenep, namun nyatanya tidak, justru semakin menimbulkan komplik bagi para musisi untuk bersinergi dibawah payung komunitas musik.
Konser Valen dan Mila membuat banyak kalangan musisi yang kecewa dengan aksi dan pertunjukannya, apalagi sebuah pertunjukan para musisi yang dinilai tidak mewarnai aksi panggung.
Kekecewaan dan kecaman pekerja seni di Kab. Sumenep, menuding para musisi tersebut tidak tercatat sebagai anggota Pamdas dan tidak tercatat sebagai anggota musisi di Kab. Sumenep, jadinya. Konser Akbar yang diharapkan meriah justru menuai banyak hujatan, para penonton pun kecewa atas musik pengiring yang dinilai tak sesuai ekspektasi. para pendukung Milen lover’s banyak yang kecewa.
Setelah banyak kecaman dari para penikmat seni Dangdut, dan pendukung Valen, akhirnya sejumlah pengurus Pemerhati Artis Musik Dangdut (Pamdas) Kab.Sumenep, angkat bicara dan mencibir jika musisi musik yang tampil mendampingi Valen itu bukan musisi sumenep, melainkan dari luar kota Sumenep.
“ Saya perhatikan, semua pengiring musik Milen DA-7 Indosiar semalam itu, bukan dari Sumenep, dan tidak tercatat sebagai keanggotaan dalam, satu komunitas musik yang ada ”
Selain itu, ia menambahkan bahwa, para Musisi atau komunitas Dangdut di Kab. Sumenep itu semua tergabung ke dalam Pemerhati Artis Musik Dangdut Sumenep ( Pamdas), jadi bisa dilihat dan terpantau oleh para musisi lainnya. Tegasnya
Untuk di ketahui, Pemerhati Artis Musik Dangdut Kab.Sumenep ( Pamdas) merupakan komunitas besar seniman musik sumenep yang tergabung dalam satu komunitas Pecinta Musik Dangdut. Pungkasnya (Ang)









