Home / Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 06:31 WIB

“INFO A1” Ketua LSM DPD GMPI Kediri : Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem “Korupsi Dana BOS 2026

KEDIRI Suksesi Indonesia.com– Misyadi selaku Ketua LSM DPD Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia GMPI Kabupaten Kediri mengkritik keras terhadap klarifikasi Kepala SMPN 1 Ngasem
Alamat tepatnya terletak di Jl. Pamenang, Desa Nambaan, Dusun Sobo, RT 04/RW 02, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dalam pemberitan yang dimuat “mediaCiber” pada 23 April 2026 dengan judul “Klarifikasi Tegas Kepala SMPN 1 Ngasem Soal Dana BOS: Siap Diaudit, Tak Ada Penyimpangan.” Jumat 24 April 2026.

Menurut Misyadi yang di panggil akrab Yadi pare terkait, pernyataan pihak sekolah SMPN 1 Ngasem Kediri yang mengklaim pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah sesuai aturan dan siap diaudit justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah munculnya data anggaran sarana dan prasarana yang diterima sekolah tersebut.

Baca Juga  PPDI Kabupaten Sidoarjo Dilantik, Bupati Pesan Sinergi Dengan Kepala Desa dan BPD Ditingkatkan

Saat di konfirmasi permasalahan tersebutmengatakan, Jumat (24/4/2026), Yadi mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Tahun 2026, SMPN 1 Ngasem tercatat menerima anggaran sarana dan prasarana dari APBD sebesar Rp270 juta untuk rehabilitasi ruang kelas.

“Kalau pihak sekolah menyatakan semuanya sudah sesuai aturan, maka publik juga berhak mempertanyakan kenapa setelah menerima dana sarpras APBD sebesar Rp, 270 juta masih muncul berbagai pengadaan sarpras melalui Dana BOS yang cukup fantastis Ini yang harus dijelaskan secara jujur dan terbuka,” tegasnya.

Ia menilai klarifikasi pihak sekolah terkesan hanya membangun opini bahwa seluruh penggunaan anggaran sudah bersih tanpa membuka secara rinci kebutuhan dan dasar pengadaan yang dilakukan.

Baca Juga  Wali Murid dan Siswa SDN Petemon X Surabaya jadi Alat Perantara Pungli di Lembaga itu.

“Jangan jadikan kalimat ‘siap diaudit’ sebagai tameng untuk meredam kritik publik. Persoalannya bukan sekadar ada laporan administrasi, tetapi apakah pengeluaran anggaran itu benar-benar dibutuhkan atau justru berpotensi terjadi pemborosan dan tumpang tindih anggaran,” katanya.

Masih kata Yadi juga menyoroti sejumlah pengadaan menggunakan Dana Bos yang fantastis seperti meubelair, laptop, dan fasilitas penunjang lainnya yang dinilai perlu diuji urgensi serta relevansinya setelah sekolah menerima bantuan sarpras dari APBD.

“Kalau kebutuhan sarpras sudah dibantu lewat APBD, maka penggunaan Dana BOS semestinya lebih fokus pada kebutuhan prioritas pendidikan yang lain. Jangan sampai ada kesan semua hal dibelanjakan tanpa mempertimbangkan efektivitas dan kebutuhan riil sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan Dana BOS wajib tunduk pada prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas karena dana tersebut berasal dari uang negara.

Baca Juga  Perpusling Hadir Di SDN Grujugan, Laksanakan Kegiatan Bermain Sambil Membaca Di Pinggir Pantai

“Publik tidak boleh dibungkam dengan narasi normatif” .

Masyarakat berhak tahu ke mana uang negara dibelanjakan, apa urgensinya, dan apakah pengadaan itu benar-benar memberi manfaat langsung bagi siswa,” tegasnya lagi.

Dengan demikian pihaknya akan meminta klarifikasi resmi terkait penggunaan Dana BOS di SMPN 1 Ngasem, termasuk mencocokkan pengadaan yang dibiayai Dana BOS dengan bantuan sarpras dari APBD yang telah diterima sekolah tersebut.

“Kami ingin memastikan tidak ada dugaan pengadaan ganda atau pengeluaran anggaran yang hanya berorientasi pada penyerapan dana. Dana pendidikan harus dipertanggungjawabkan secara terbuka karena itu uang rakyat,” pungkasnya. (red)

“Artikel Sumber Misyadi selaku Ketua LSM DPD Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia GMPI Kabupaten Kediri”

Baca Juga

Pemerintah

PELITA dan Dispersip Tanbu Ajak Masyarakat Dekat dengan Literasi

Pendidikan

Kemenhub Setujui Usulan Fasilitas Keselamatan Jalan, Sesditjen Ahmad Yani Temui Bupati Andi Rudi Latif

Pendidikan

Tenaga Pendidik dan Forpimka Kecamatan Ra’as Berkolaborasi, Bagi Bagi Takjil Di Bulan penuh Berkah.

Pemerintah

SMAN 1 Kusan Hilir dan Politeknik Batulicin Tanam 100 Pohon Bakau untuk Cegah Abrasi”

Pendidikan

Semangat R.A. Kartini Dihidupkan Kembali, KJN: Perempuan Pilar Utama Kemajuan Indonesia

Pendidikan

Pesantren Kilat Berakhir Sukses Di Desa Pandian Sumenep Jawa Timur

Pendidikan

KKG Pulau Ra’as & Suksesi Musik Elekton Gebyar Malam Puncak HUT ke-80 , Bergoyang Bersama Warga

Pendidikan

Bupati Zairullah Buka Lokakarya 7 Pesta Panen Hasil Belajar Guru Penggerak