SUMENEP Suksesi Indonesia.com-Dalam rangka membangun ketangguhan desa, khususnya bagi desa yang rentan terhadap ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melaksanakan bimtek pembentukan desa Tangguh bencana di pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.
Beberapa desa yang dilakukan pembentukan desa tangguh bencana (Destana) diantaranya, Desa Prambanan, Desa Gayam, Desa Jambuwir Kecamatan Gayam, dan Desa Sokaramme Paseser Kecamatan Nonggunong. Sebagaimana yang telah disampaikan Camat Gayam sebelumnya, bahwa desa-desa ini merupakan desa yang paling terdampak ketika terjadi gempa bumi di akhir bulan September kemarin.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, melalui Sekretaris BPBD, Abd. Kadir, menyampaikan bahwa Destana dibutuhkan karena desa adalah garda terdepan dalam menghadapi bencana. Hampir semua kejadian bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, puting beliung, gempa, erupsi gunung api, hingga kebakaran permukiman, pertama kali dirasakan oleh masyarakat desa sebelum bantuan eksternal datang. Kalau di kecamatan Gayam dan Nonggunong ancaman gempa bumi juga masih mengintai, dan bisa terjadi kapan saja.
“Destana penting karena desa butuh kemampuan mandiri untuk mencegah, siap, merespons, dan pulih dari bencana. Dengan Destana, desa tidak hanya menjadi objek yang ditolong, tetapi subjek utama dalam mengelola risiko bencana,” ungkapnya.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 2-6 November 2025 lalu itu diikuti oleh para relawan bencana di 4 desa. Selanjutnya, Kadir berharap bahwa dengan dibentuknya destana, di desa dapat dibentuk forum pengurangan bencana (FBR) tingkat desa yang bisa meminimalkan risiko bencana desa.
“diharapkan dengan terbentuknya FRB tingkat desa bisa mengurangi risiko bencana yang ada di desa tersebut” pungkasnya.(Ang)









