Home / Pendidikan

Senin, 20 Maret 2023 - 05:34 WIB

Bangun RKB dan UKS SDN Dungkek 1 Sumenep Tanpa APBD

  • Demi Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Sumenep,Suksesi Indonesia.com-Keterbatasan anggaran Pemkab Sumenep untuk membangun bukan halangan bagi Bupati Achmad Fauzi. Dengan pola kepemimpinan pentahelix. Ruang belajar SDN yang rusak bisa dibangun tanpa APBD/APBN.

Itu terlihat saat peresmian pembangunan 3 RKB (Ruang Kelas Baru) dan 1 Ruang UKS (Unit Kesehatan Siswa) SDN Dungkek 1 Kecamatan Dungkek, Sumenep, pada 6 Februari 2023. Bupati Fauzi bisa melibatkan stakeholder di luar pemerintah untuk
mengimplementasikan peningkatan kualitas pendidikan melalui pola pentahelix.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelontorkan anggaran Rp 750 juta untuk membangun 3 RKB dan 1 UKS SDN Dungkek 1.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Sambut Hangat Penampilan Drumband Laskar Harmoni Panditu SDN Pandian

Model pentahelix sengaja ditempuh Bupati Fauzi sebagai cara ampuh menyiasati keterbatasan anggaran dalam mewujudkan program Pemkab Sumenep. Secara terbuka Fauzi melibatkan segenap stakeholder yang ada. Bersama-sama berperan aktif mewujudkan apa yang diimpikan warga Sumenep.

Pembangunan RKB dan UKS di SDN Dungkek I Kecamatan Dungkek itu juga menandakan BRI Sumenep bukan hanya peduli pada pemberdayaan UMKM. Peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian BRI Sumenep melalui program TJSL ke sekolah.

Karena itu, Bupati Fauzi berharap adanya RKB baru bisa memberi semangat siswa dalamKegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputro mengaku lagi gencar memetakan lokasi sekolah yang butuh perhatian dalam peningkatan kegiatan belajar. Bukan hanya perbaikan gedung belajar siswa. Sarana prasarana penunjang siswa juga menjadi atensi Dinas Pendidikan Sumenep yang melibatkan pihak di luar APBD.

Baca Juga  SDN Kropoh II Jadi Ajang Pertemuan Rutin KKGPAI Kec Raas, Demi Tingkat Mutu Pendidikan Agama dan Sumber Informasi

Sebelum SDN Dungkek 1 dibangun tanpa APBD. Pada Desember 2022. Bupati Fauzi juga membangun RKB SDN Desa Sabuntan 3 di Pulau Sepangkur, Kepulauan Sapeken. Kondisi ruang belajar siswa di SDan Sabuntan 3 itu sudah lama rusak. Tapi tak tercover dalam rehab gedung melalui DAK.

Tanpa menunggu lama. Bupati Fauzi melakukan terobosan melalui dana CSR (Corporate social responsibility) Perusahaan Migas untuk membangun SDN Sabuntan 3 itu

, pihaknya guna memajukan dunia pendidikan tidak hanya menggunakan anggaran dana melalui Anggaran Pedapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, melainkan berupaya mengajak pihak ketiga termasuk lembaga usaha atau perbankan agar memberikan dukungan dana melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga  Rombongan Wali Murid & Siswa SDN Kropoh 1 Serbu BRI Teras Ra’as Demi Cairkan PIP

Agus mengajak segenap elemen Sumenep untuk bersama-sama memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan Sumenep.

“Mari kita bergotong-royong membantu ketersediaan sarana dan prasana pendidikan demi anak bangsa,” terang Agus Dwi Saputro, Selasa.

Sementara, Pimpinan Cabang BRI Sumenep Lalu Novizar Rahim mengungkapkan, BRI Peduli melalui TJSL untuk dunia pendidikan, salah satunya di SDN Dungkek I merupakan program anggaran 2022, sehingga pihaknya mengusahakan program itu berlanjut pada tahun 2023 untuk lembaga pendidikan lain di Kabupaten Sumenep.

“Kami tetap mengusulkan ke BRI pusat untuk meneruskan program TJSL kepada sekolah lain, karenanya BRI Sumenep hanya menjalankan programnya saja untuk menyalurkan anggaran dananya,” ucapnya. 

Baca Juga

Pendidikan

Gandeng AJS, Kominfo Sidoarjo Gelar Sosialisasi Tangkal Hoaks Bagi Pelajar SMKN 1 Buduran

Pendidikan

KKG Kec. Raas Gelar JJS , Lautan Warga Penuhi Lapangan Daeng Kusuma

Pendidikan

Tim “TORRONA GURU” Kec. Ra’as Gelar Technical Meeting Demi Kesuksesan dan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80

Pendidikan

Abaikan Keluhan Masyarakat, Visi Misi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Patut di Pertanyakan!!!

Pendidikan

Dinas Pendidikan Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Mulok

Pemerintah

PELITA dan Dispersip Tanbu Ajak Masyarakat Dekat dengan Literasi

Ekonomi

Mushola Al Qadiri Gelar Santunan Anak Yatim

Pendidikan

Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar: Meningkatkan Kompetensi Guru di Tanah Bumbu