Home / Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 18:54 WIB

Jelang Nataru 2026, Pemkab Sumenep Dorong Pemetaan Komoditas Rentan


SUMENEP Suksesi-Indonesia.com –Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Stabilitas Pasokan dan Harga Komoditas Strategis Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah unsur, Forkopimda, Pimpinan OPD,para camat, serta stakeholder terkait, berlangsung di Ruang Rapat Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep lantai 2 , Kamis (20/11/2025).
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, saat membuka kegiatan, menyampaikan bahwa konsumsi masyarakat cenderung meningkat menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional. Kondisi ini sering diikuti dengan gejolak harga, terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging sapi, serta komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang.
“Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa ketersediaan pasokan aman, harga tetap terkendali, dan distribusi berjalan lancar. Masyarakat harus merasa tenang dan tidak khawatir terhadap potensi lonjakan harga,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Pulau Raas Banjiri Acara Senam dan Jalan Sehat Bersama.

Karena itu, Wabup meminta perangkat daerah melakukan pemetaan komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan permintaan maupun harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia juga menginstruksikan agar laporan perkembangan stok, kebutuhan, dan distribusi setiap komoditas disampaikan secara rutin dan terukur.

Sementara’ Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar, dalam laporannya menegaskan bahwa FGD digelar untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi agar ekspektasi inflasi tetap terjaga.

Baca Juga  Bupati Tanah Bumbu Buka Rapat Kerja LPTQ : Dorong Pembentukan Kepengurusan yang Kompeten

“Tujuan utama FGD hari ini adalah memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam mengantisipasi dinamika harga dan pasokan menjelang akhir tahun. Dengan koordinasi yang kuat, kita dapat menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Sumenep,” ujar Dadang.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Ach. Syahwan Effendi, turut memberikan penguatan. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sumenep telah mengembangkan sistem informasi sebagai bagian dari upaya digitalisasi pemantauan inflasi.
“Saat ini sudah kami kembangkan Sistem Informasi Bahan Pokok dan fitur Cek Inflasi Lokal. Melalui sistem ini, para camat kami dorong untuk aktif melakukan update harian harga komoditas di pasar lokal sehingga data dapat kita pantau secara real-time,” ungkapnya.
FGD juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Dr. Mhd. Aftabuddin, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur; Petrus Endria Effendhi, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur; serta perwakilan dari Bulog dan BPS Sumenep.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk menjaga ketenangan masyarakat, memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar, dan mendorong seluruh pihak bekerja bersama dalam mengendalikan inflasi menjelang Nataru 2026.(rus)

Baca Juga  Wabup Sidoarjo Sidak Pelayanan di Kantor Perumda Delta Tirta

Baca Juga

Pemerintah

MA Darul Azhar Peringati Hari Pahlawan, dr Yadi Mahendra : Mari Perbanyak Ilmu Pengetahuan

Pemerintah

Wabup Sidoarjo Bakti Sosial Di Panti Asuhan Wilayah Kecamatan Krian Dan Balongbendo

Pemerintah

Bupati Andi Rudi Latif Ikuti Rakornas 2026 Pemerintah Pusat dan Daerah

Pemerintah

SMPN 2 Raas Kelas Akhir, Gelar Pisah Kenang” Mengukir Prestasi Meraih Cita-cita

Pemerintah

Pelatihan Manajemen Risiko 2025 Resmi Ditutup: Pemkab Tanbu Tegaskan Komitmen Good dan Clean Governance

Pemerintah

Kesiapsiagaan Akhir Tahun: Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Surabaya

Olahraga

Gerak Jalan Perjuangan  Mojokerto-Surabaya, Ini Kata AKP Aristianto Budi Sutrisno

Pemerintah

Pemkab Sidoarjo Gelar Sosialisasi GNSTA untuk Wujudkan Tertib Arsip