Home / Pemerintah

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:13 WIB

Pengembang Bandel dan Langgar Perda, Pol PP Lakukan Penutupan, Praktisi Hukum Berikan Dukungan

PASURUAN, Suksesi-Indonesia.com– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Perda Kabupaten Pasuruan mengambil langkah tegas, dalam menghentikan aktivitas pengurukan lahan di kawasan zona hijau, di Desa Mendalan, Kecamatan Winongan,
pada Selasa 24 Februari 2026.

Langkah tegas ini diambil diberikan kepada pemgembang bandel dan ngeyel yang melakukan pengurukan lahan dizona hijau, walaupun saat itu pernah dilakukan sidak oleh anggota DPRD setempat.

Pengembang yang merasa kebal hukum tersebut, satpol pp akhirnya melakukan langkah tegas dan menutup permanen, sampai ijin dikeluarkan sesuai dengan lokasi zona lahan.

Baca Juga  Pemkab Tanbu Gelar Rembuk Stunting 2023

Kasatpol PP Ridho Nugroho mengatakan, melakukan langkah tegas terhadap pegembang sudah menjadi tugas satpol pp, “Pihak kami sudah kesana memperingatkan kepada pengembang untuk tidak melakukan aktifitas pengurukan,” ucapnya Ridho saat ditemui dikantornya.

Iya menjelaskan bahwa pengembang mencla-mencle saat dimintai keterangan, maka langkah tegas harus kami lakukan dengan memberhentikan aktifitas pengurukan, sampai pengelolah menunjukkan kelengkapan ijinnya.

“Saat di introgasi mereka beralasan untuk membangun masjid dan saat ini digunakan untuk hidroponik, yang jelas pengelolah tidak mampu menunjukkan ijin usahanya, ini merupakan pelanggaran tataruang dan perda,” pungkas Ridho.

Ditempat berbeda langkah satpol pp mendapat dukungan penuh dari praktisi hukum Ridwan Ofu yang berpropesi sebagai advokat itu, pria yang akrab dipanggil Bang Ofu mengatakan bahwa langkah yang dilakukan pol pp itu sudah benar dan tepat, mereka yang melanggar perda dan tataruang, maka pengembang yang melanggar harus dberikan sanksi dan tindakan tegas, apalagi jika usahanya tidak mengantongi ijin alias ilegal.

Baca Juga  Pendekatan Humanis Berantas Narkoba, Dalam Kurun 4 Bulan Satreskoba Polres KP3 Sukses Tangani Hampir 600 Kasus

“Pengembang melakukan aktifitas ilegal pengurukan di desa mendalan kecamatan winongan yang merupakan masuk zona hijau, dan tidak bisa menunjukkan izin usahanyaa dan langkah itu sudah sangat tepat, dan saya pribadi sangat mendukung tindakan yang dilakukan oleh satpol pp,” urainya.

Baca Juga  Laporan Khusus HUT Ke-20 Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2023.

Menurutnya, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan atara lain Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Daerah (Perda) RTRW kabupaten/kota setempat serta Peraturan Zonasi yang berlaku.

Tidak hanya itu praktisi ini menjelaskan ada tiga sanksi yang dapat dituntutkan kepada pemgembang yakni sanksi administrasi, perdata bahkan Pidana.

Langkah tegas yang dilakukan ini agar memberikan efek jera kepada pengembang lain yang melanggar tata ruang “Jika kedepan ada upaya hukum yang dilakukan, saya siap memberikan layanan bantuan hukum kepada pemerintah daerah, mantab satpol PP kabupaten pasuruan,” pungkas ridwan ofu. (rif)

Baca Juga

Pemerintah

MTQN Ke-21 Tingkat Kecamatan Batulicin Resmi Dibuka, Ini Pesan Bupati Andi Rudi Latif

Pemerintah

Tanah Bumbu Gelar Apel Siaga Bencana dan Peralatan

Pemerintah

Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097, Momentum Perkuat Kesejahteraan Buruh

Pemerintah

Manajemen Media Polda Jatim Dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2025.

Pemerintah

Penandatanganan Nota Kesepakatan RPJMD 2025-2029, Bupati Bang Arul : Langkah Strategis Menuju Tanah Bumbu Yang Maju, Makmur, dan Beradab

Pemerintah

Bupati Bang Arul Apresiasi Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda Riset dan Inovasi Daerah

Pemerintah

Pemkab Tanah Bumbu Dorong Peningkatan SDM Lewat KIM di Desa Sungai Lembu dan Tanete

Pemerintah

BPBD Tanbu Gelar Desiminasi Kebencanaan, Sosialisasikan dan Launching Renjana