SIDOARJO Suksesi Indonesia.com– Desa Kebonsari Kecamatan Candi mengadakan ritual sedekah bumi atau yang dikenal dengan ruwat desa selama tiga hari
Pagelaran wayang kulit menjadi pelengkap kegiatan ritual ruwatan desa.
“Ruwat desa kurang lengkap tanpa wayang kulit,” ujar Kades Muhammad Chuzaini disela acara ruwat desa, Selasa ( 25 February 2025 ).

Kegiatan diawali hari Minggu dengan pengobatan gratis, hari Senin qodmil Qur’an , istigosah ,talil untuk mengenang para leluhur desa Kebonsari , doa utama ditujukan kepada leluhur yang telah memberikan pengorbanan untuk anak cucu kita semua.
Warga desa Kebonsari sangat antusias memadati Pendopo Balai tempat berlangsungnya puncak acara kegiatan ruwat desa dan pagelaran wayang kulit.
Mereka datang langsung untuk melihat pertunjukan pagelaran wayang kulit, yang diperankan oleh dalang Ki Moch Sholeh dari Kebonsari Candi Sidoarjo

Menurut Kades Kebonsari, Muhammad Chuzaini, Peran wayang sebagai simbol untuk meruwat dan mengusir balak desa, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada malam harinya semalam suntuk.
Acara tersebut dihadiri Camat Candi, Koramil Candi, Polsek Candi, kepala desa, se kecamatan , Candi, Sekdes Se Kecamatan Candi, BPD, LPMD, Tokoh masyarakat, RT, RW, Tm PKK desa, Karang Taruna dan masyarakat desa Kebonsari
Masih menurut Kades Kebonsari kegiatan ruwat desa sudah menjadi tradisi rutin masyarakat Sidoarjo, khususnya warga desa Kebonsari.
Masyarakat meyakini, denga kegiatan ruwat desa, masyarakat dihindarkan dari segala bentuk balak bencana oleh tuhan yang maha Esa. Serta, diberikan kesejahteraan dan kemakmuran.
“Sedekah bumi memang bisa menghindarkan dari segala musibah, jadi kalau ruwat desa, insya Allah, desa dan masyarakat ini bisa terhindar dari segala bentuk musibah dan bencana,” ungkapnya. (man)