Home / Politik

Jumat, 10 Januari 2025 - 00:11 WIB

Selayang Pandang Sosok Aktifis 98 Eko Gagak

Suksesi Indonesia.com – Ekok Gagak, nama yang sudah tak asing di telinga berbagai lembaga ke-masyarakatan (LSM), baik di kalangan pengliat kuli tinta (Jurnalis), beliau merupakan jebolan aktivis 98. Kritis lantang bersuara tak pandang bulu siapa jabatan dan pangkat atau kasta mereka yang akan di kritisi.

Lantang bersuara, berprinsip indipendesi yang beliau pengang, suka membela kaum tertidas yang membutukan suport lantang suaranya.

Tolol dan Dobol itulah cirikas sosok Eko Gagak dalam berucap lantang untuk mengkritisi orang-orang bermental munafik, seperti pribahasa Jeruk’ makan ‘Jeruk’ , begitu ungkapan yang sering dipakai, untuk menggambarkan sikap seseorang yang penuh kepalsuan alias suka teriak soal pentingnya penegakan moral, padahal dia sendiri adalah serigala berbulu domba yang lebih sering ‘bernafas dalam lumpur’.

Baca Juga  40 Peserta Pelatihan Terima Sertifikat BPBD

Eko Gagak ini, sosok aktivis berkarakter tegas dalam berorasi di panggung unjuk rasa saat menyuarakan keadilan, meski banyak acaman atau perna diancam, baik yang mencoba-coba menyeret beliau dalam pusaran hukum, namun rasa gentar ketakutan dijadiakan ketertawan alias lelucon gertak sabel belaka.

Baca Juga  Ketua STKIP PGRI Sumenep, Ucapkan Terima Kasih Pemilu Berjalan Lancar, dan Ajak Semua Pihak Menerima Hasil Pemilu

Siapa yang tidak kenal Eko Gagak, baik itu dikalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), para kuli tinta (wartawan) atau pejabat negara mulai di tingkat lurah-camat, hingga pejabat Dewan, atau Walikota atau pejabat pusaran Gubernur. Jikalau sudah berteriak kritis sosok Eko Gagak berakhir diam seribu bahasa.

Gilaaa benar lantang suaramu Gagak, orang yang berhadapan dengannu dalam ber-argumen selalu mati kutu alias membisu mulut tak bergumam.

Gagak-gagak memang cocok engkau disebut Eko Gagak, sebab dalam filosofi “Gagak termasuk makhluk yang sangat sosial yang kerap berbagi makanan dan saling menjaga”.

Baca Juga  Pengibaran 5000 Bendera Merah Putih di Tanah Bumbu

Kritisi yang paling pedas yang sempat viral hingga mengiang-ngiang dipusaraan orang seputarnya yaitu “Kalau merasa diri juga maling, bagus banyak diam saja, seraya segera melakukan introspeksi dan perbaikan diri secara menyeluruh, agar benar-benar terbebas dari jeratan kemunafikan, dan yang lebih penting terhindar dari azabNYA nan teramat pedih”, dan Jangan Carik Makan mengorbankan kawan, itu tak ubahnya dalam pribahasa Jeruk Makan Jeruk.

“Artikel Penulis Totok Expose Januari 2025”

Baca Juga

Politik

Hantu Kotak Kosong 2024 Apakah Menakutkan, Yuk Simak Kata Aktivis 93 Satu Suara

Politik

Curhat Dimas Sila Pamungkas Mengeluh dan Kebingungan Saat Rakernis Bawaslu Jatim 2024

Politik

KPU Sidoarjo Gelar Kirab Guk KASIJO Dampingi Si-JALIH Menuju Surabaya

Politik

Debat Publik Ketiga Pilkada Sidoarjo, Paslon no urut 01 Dan 02 Saling Pertajam Visi Dan Misi.

Politik

Warung Selo Aji Jadi Saksi Deklarasi Relawan Majapahit Prabowo-Gibran

Pemerintah

Demi Suksesnya Pemilu Serentak 2024, KPU Sumenep Gelar Media Gathering

Politik

KPU Sidoarjo Siapkan Jutaan APK dan BK Paslon Pilkada 2024

Politik

Bawaslu Kota Surabaya Mati Suri” Tidak Berani Menindak Tegas Perilaku Oknum Panwascam Kenjeran dan Pakal