SUMENEP Suksesi Indonesia.com- Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pekerjaan bersama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Komitmen tersebut dipertegas melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 yang menekankan semangat kolaborasi guna memastikan keberhasilan dan keberlanjutan pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan pelaksanaan program (MBG) makanan gizi gratis sudah menjamah ke daerah kepulauan tepatnya di pulau Raas desa Ketupat sebagai induk dapur umumnya.yang termasuk wilayah pemerintahan Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.(10/1/26)

Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan di Indonesia.
Hadirnya program MBG ini di pulau Ra’as mendapat apresiasi dan antusias yang sangat baik dari masyarakat dan wali murid setempat.
Dari pantauan di lapangan dapur pelayanan yang menjadi pusat pengelola makanan yang di peruntukan bagi siswa dan siswi itu sudah bersih dan bisa di katakan higienis sesuai dengan standard skala nasional yang telah di tetapkan dari pusat,
Kalaupun ada yang mengatakan negatif tentang dapur umum yang berada di desa Ketupat, itu hanyalah isu isu belaka yang berkaitan dengan persaingan bisnis yang di bangun oleh seseorang demi kepentingan pribadi, ujar Bahrul selaku anggota tim kordinator.
Supriyo S.Pd. selaku ketua K3S Kecamatan Ra’as, mengatakan , syukur dan Allhamdulillah siswa siswi sebagain sudah dapat menikmati program makan gizi gratis meskipun tidak semuanya, kalaupun ada kendala dalam penyuplai makanan ke lembaga pendidikan terlambat hal ini wajar karena jalan utama di pulau Raas banyak yang rusak parah sehingga armada agak kesulitan, dan perlu di maklumi MBG ini baru pertama kali launching yang pasti kendala dan problem itu pasti ada tetapi harapan kami kedepannya bisa lebih baik dan di tingkatkan
Dengan kehadiran MBG ini membuat para siswa lebih semangat belajar, tidak cepat lapar, hemat uang jajan (bisa ditabung), dan mereka merasa diperhatikan, dan mendapatkan makanan sehat lengkap (nasi, lauk, sayur, buah) di sekolah, dan mendukung menciptakan suasana belajar yang positif dan mengurangi beban orang tua. Mereka antusias, lahap makan, dan berharap program ini berlanjut serta merata ke lebih banyak sekolah, (@yok)









