Home / Peristiwa

Minggu, 16 Februari 2025 - 18:13 WIB

Ketua KPM Pasongsongan Sambut Baik Kehadiran Rokok Lokal Penyelamat Usaha Petani Tembakau


SUMENEP Suksesi Indonesia.com –
Ketua Komunitas Petani Milenial (KPM) Pasongsongan kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur sambut baik kehadiran rokok lokal sebagai penyelamat usaha petani tembakau.
Seiring hal tersebut mengalami pertumbuhan signifikan, sangat positif membantu petani tembakau.

“Seiring meningkatnya permintaan dari produsen rokok skala kecil hingga menengah, para petani kini lebih percaya diri dalam memperluas lahan, meningkatkan kualitas tembakau, dan mengadopsi teknik pertanian yang lebih modern. ” Ujar Ketua KPM Pasongsongan, Rama Ramadhan, Jumat (15/02/2025).

Menurutnya, industri rokok lokal telah memberikan dampak positif terhadap harga tembakau di wilayahnya. Sebab, sebelum rokok lokal berkembang, harga tembakau cenderung fluktuatif dan kerap merugikan petani. Namun, sejak adanya pabrik-pabrik rokok lokal yang menyerap hasil panen secara langsung, harga tembakau meningkat signifikan.

Baca Juga  Ibu Kandung Jual Anak ke Pengemudi Ojol di Sidoarjo, Korban Diperkosa Sejak SD

Dikatakan, pihaknya merasa sangat terbantu, karena sebelumnya harga tembakau tidak menentu, kadang anjlok, kadang naik. Tapi sejak ada rokok lokal, harga tembakau kami lebih stabil dan bahkan cenderung mahal. Ini tentu menguntungkan bagi petani.

Meski demikian, para petani berharap agar pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap industri rokok lokal agar keberlanjutan bisnis ini tetap terjaga. Rama juga meminta agar regulasi yang mengatur industri rokok lokal tetap berpihak kepada petani agar kesejahteraan mereka semakin meningkat.

“dengan adanya rokok lokal yang menyerap hasil tembakau petani secara maksimal, Kecamatan Pasongsongan kini menjadi salah satu sentra tembakau dengan harga jual yang kompetitif.” Tandasnya.

Baca Juga 

Kedepan para petani berharap industri ini terus berkembang sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas lagi. Sebab, dari mereka kini mulai menerapkan sistem tanam yang lebih efisien, termasuk penggunaan pupuk organik dan teknik fermentasi tembakau yang lebih modern agar menghasilkan daun berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar industri.

” Dengan adanya dukungan dari rokok lokal, petani tembakau kini memiliki harapan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.” Tambahnya.

Untuk itu pihaknya berharap adanya kolaborasi antara petani dan pemerintah yang harus terus diperbaiki demi menambah harga tembakau yang semakin tinggi.

Baca Juga  Menerima Janji-Janji Penyelesaian Pembayaran Tanah, Kepala Dusun Sumberejo Akhirnya Laporan Kepolisian

Sementara salah seorang petani asal kecamatan Guluk-Guluk, Andi Firdaus, mengakui jika para petani tembakau di wilayahnya, dengan keberadaan perusahaan lokal ini telah meningkatkan keuntungan petani secara signifikan.

” kehadiran perusahaan rokok lokal tak hanya menghidupkan kembali semangat petani, tetapi juga menjadi solusi atas permasalahan harga yang selama ini menjadi momok.” ujarnya.

Dikatakan, dengan dukungan yang berkelanjutan, tembakau Madura berpotensi kembali menjadi komoditas unggulan yang mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.

“pengaruhnya, jika dipresentasikan, sekitar 80% petani diuntungkan dengan adanya perusahaan rokok lokal. Ini secara tidak langsung mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat,” tandasnya.(slm)

Baca Juga

Peristiwa

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Saat Bulan Ramdhan.

Peristiwa

Ketum Mio Ays Pragogie; Di Lecehkan Hotman Paris

Peristiwa

Dugaan Pelepasan Pemakai Narkoba Dengan Tebusan 60 Juta, Polres Tanjung Perak Kompak Bungkam.

Peristiwa

Trailer Parkir di Margomulyo Surabaya, Di Tabrak Pengendara Motor, Meninggal

Peristiwa

Pembanguanan Reast Area Rp 2,4 Miliar Ambles, Pusaka Minta APH Usut Tuntas.

Peristiwa

Menguji Nyali Aparat Penegak Hukum, JCW Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Irigasi di Sampang

Pemerintah

Operasi Semeru Dimulai, Plt. Bupati Sidoarjo Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas

Kriminal

Polres Bangkalan Berhasil Amankan 11 Kasus dari 10 Tersangka di Bulan Maret dan April 2024