Home / Pendidikan

Sabtu, 7 September 2024 - 03:23 WIB

Plt Kepala Sekolah SDN Juwet kenongo Porong Sidoarjo Di Geruduk Wali Murid

SIDOARJO.Suksesi Indonesia.com-Puluhan wali murid SDN Juwet Kenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo mendatangi tempat sekolah anaknya pada Jumat pagi (6/9/2024).

Kedatangan mereka hendak menentang kebijakan Pelaksana (Plt) Kepala Sekolah SDN Juwet Kenongo, yang dianggap ngawur dan memaksakan kehendak.

Kebijakan yang dianggap ngawur dan memaksakan kehendak itu yakni adanya rencana pungutan berdalih infaq kepada masing-masing murid di SDN Juwet Kenongo.

Ada tarikan yang hendak dibebankan kepada setiap murid, ada tarikan wajib senilai Rp 10 ribu, kemudian infaq yang dimasukan amplop tiap minggunya dan rencana membuat kanopi, ungkap Bayu selaku komite SDN Juwetkenongo.

Baca Juga  Wahyu Windarti Zairullah Buka Jambore Posyandu

Kekesalan yang sama juga diungkapkan wali murid sekaligus ketua Pos SDN Juwetkenongo, David.
Ia menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan pihak sekolah sangat memberatkan siswa maupun wali murid.

Semestinya, kata David, sebagai Plt Kepala Sekolah yang baru harus memberikan solusi sekaligus contoh teladan bagi tenaga pendidik lainnya.

Plt Kepala Sekolah bukannya memberikan solusi, malah akan memberikan beban kepada murid. Ini sangat memberatkan, terutama bagi kami sebagai wali murid kelas enam yang sebentar lagi akan menyekolahkan anak ke sekolah yang lebih tinggi, kata David.

Baca Juga  Demi Ikuti Seleksi ISCO PEDIYAH Tingkat Kecamatan Ra’as SDN Gowa -Gowa I Rela Arungi Samudra.

Di tingkat pendidikan yang lebih tinggi, kata David, bukan tidak mungkin akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya ia menentang terkait wacana pungutan berdalih infaq tersebut.

Nanti kami butuh biaya lebih jika mau sekolah di SMP, kok ini akan tambah membebani seperti RAB pensi dan rekreasi, ucap David.

Terlebih rekreasi yang ditawarkan kepada murid juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga  Safety Riding Back To School Bersama Grab Di SMAN 5 Surabaya

Kalau ke daerah Malang menelan biaya per siswa Rp 600 ribu, ke Yogyakarta Rp 700 ribu. Itu hanya biaya rekreasi belum kegiatan pensi yang menelan kisaran Rp18.840.000, coba bayangkan pak, apa gak nangis wali murid SDN Juwetkenongo kalau kepala sekolahnya arogan dan seenaknya sendiri dalam mengambil kebijakan, cerita David.

Makanya wali murid kompak mau menyampaikan uneg-uneg ke Plt Kepala Sekolah Juwetkenongo, ternyata ditunggu mulai jam 08.00 sampai jam 11.00 gak nongol, imbuh Davit.

Sementara Plt Kepala Sekolah SDN Juwetkenongo, Sayyidatul Uyun saat hendak dikonfirmasi media di karntornya, tidak ada . ( Man )

Baca Juga

Pendidikan

ANBK Berjalan Lancar dan Sukses, di Pulau Masalembu.

Pendidikan

Yudisium & Pengambilan Sumpah Profesi Tenaga Teknis Kefarmasian ke-1 Prodi D3 Farmasi AKS

Pendidikan

Disdik Sumenep Resmi Umumkan Pelaksanaan SPMB TA 2025/2026 Tingkat SD Dan SMP

Pendidikan

MA Darul Azhar Gelar Perpisahan Siswanya

Pendidikan

Disbudporpar Tanbu Gelar Workshop Penulisan Sastra

Pendidikan

Wisuda Sekolah Lansia Tangguh & Sekolah Orang Tua Hebat Desa Karang Tanjung Kec.Candi

Pemerintah

Optimis Majukan Literasi di Bumi Bersujud, Dispersip Tanbu Event Jelajah Literasi 2024

Pendidikan

Jadi Pembina Upacara Di MAN 1 , Kapolres Sumenep Ajak Siswa Tertib Berlalu Lintas