Home / Peristiwa

Sabtu, 19 September 2026 - 23:53 WIB

“PUNGGAWA ANTINARKOTIKA”, Otot dan Otak Pemburu Narkoba di Gerbang Tanjung Perak

SURABAYA Suksesi Indonesia.com— Ruang kerja Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bukan tempat untuk bersantai. Di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk utama logistik sekaligus titik rawan penyelundupan di Jawa Timur ini, mandat yang diemban AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., laksana berdiri di atas bara api. Menjadi komandan pemburu budak narkoba menuntut ketegasan mutlak—tanpa kompromi, tanpa jeda.

Di kalangan korps, Adik Agus dikenal bukan sekadar perwira di balik meja. Julukan “Sang Pemburu Kejahatan Narkoba” melekat bukan karena barisan tanda jasa, melainkan buah dari konsistensi di lapangan.

Baca Juga  Pemkab Tanah Bumbu Gelar Bimtek Perencanaan Untuk Perkuat Kapasitas Aparatur DP3AP2KB

Pola hidupnya yang disiplin dalam menjaga kebugaran fisik lewat olahraga rutin, menjadi cerminan bagaimana ia mengasah kesiapan diri. Baginya, stamina prima adalah modal dasar untuk menghadapi jaringan pengedar yang kian licin dan nekat.

“Tugas ini adalah benteng pertahanan,” ujar Adik Agus.

Pemberantasan narkotika di wilayahnya tidak lagi sekadar urusan memburu kurir atau menggerebek bandar. Ini adalah perang asimetris untuk menyelamatkan masa depan generasi muda yang terus diintai oleh kehancuran moral dan fisik akibat zat adiktif.

Baca Juga  Satlantas Polrestabes Surabaya Bersama Polsek Tambaksari Giat Razia Tilang Manual

Tantangan di wilayah hukum Tanjung Perak jelas berlapis. Namun, perwira dengan dua gelar sarjana hukum ini menegaskan bahwa ketegasan aparat harus beriringan dengan soliditas internal dan dukungan publik.

“Sinergi adalah kunci. Melawan gurita narkoba tidak bisa dengan tangan tunggal,” katanya menekankan pentingnya kolaborasi antara pimpinan, anggota di lapangan, serta informasi dari masyarakat.

Di bawah komandonya, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipacu untuk bergerak dengan standar profesionalisme tinggi, dan memutus mata rantai peredaran gelap narkotika mustahil dilakukan secara soliter. Sinergi absolut antara pimpinan, anggota di lapangan, dan kepedulian publik adalah kunci utama untuk menciptakan barikade pertahanan yang kokoh bagi generasi penerus.

Baca Juga  Bupati Andi Rudi Latif Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2025

Kedisiplinan yang ia latih setiap hari ditransformasikan ke dalam ritme kerja jajarannya yakni taktis, terukur, dan mematikan pergerakan sindikat. Ia terus memompa jajarannya di Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk bergerak profesional, tak kenal kompromi, dan bertanggung jawab penuh. Bagi sang pemburu, membentengi publik dari cengkeraman narkotika adalah janji korps yang harus dituntaskan dengan komitmen total dan kerja nyata yang berkelanjutan.

Bagi Adik Agus, komitmen ini adalah harga mati yang harus ditunaikan demi menjaga gerbang Surabaya tetap bersih dari cengkeraman narkotika. (tok)

Baca Juga

Peristiwa

Aksi Spektakuler Kopassus di Tanah Bumbu, Warga: “Terima Kasih TNI, Kalian Kebanggaan Bangsa!

Peristiwa

Bupati Andi Rudi Latif Distribusikan Alsintan dan Ikuti Pengumuman Swasembada Pangan secara Virtual

Kriminal

Polres Sumenep Sepanjang Tahun 2023 Selesaikan Ratusan Kasus

Peristiwa

Modus PO Minyak dan Beras Murah, Dua Warga Sidoarjo “Tipu Uang Korban Hingga Rp84,5 Juta” untuk Kepentingan Pribadi

Peristiwa

Rakor Penanganan Longsor Mantewe BPBD Tanbu dan Tim Monev Tinjau Lapangan

Peristiwa

Longsor Di Puspo Telan 3 Nyawa Petani.

Peristiwa

Bupati Andi Rudi Latif Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2025

Peristiwa

Gelar Wayang Kulit, Ramaikan Ruwat Dusun Banjarpoh Desa Banjarbendo, Sidoarjo