Home / Politik

Selasa, 3 September 2024 - 05:46 WIB

Ternyata Kemerdekaan Kita Masih Belum Merdeka

SURABAYA, Suksesi Indonesia.com-September 2024, Turunkan saja aku dari puncak tiang dan sia-sia aku berkibar jika merah putihku ini hanya untuk kepura-puraan. Berangkat dari kegelisahan akan eksistensi sebuah negara yang bernama Republik Indonesia ungkapan di sela-sela perayaan kemerdekaan bahwa Republik Indonesia belum merdeka.

Realitas kondisi sosial, ekonomi hukum dan bidang lainnya terpuruk dalam penderitaan menyakitkan selain itu para pejuang kemerdekaan yang masih hidup lebih dari satu dasawarsa terlupakan hingga terlantar. Kebutuhan hidup semakin mahal sementara upah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan juga minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah angka pengangguran dan kriminalitas. Data jumlah anak-anak yang mengalami putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu menanggung biaya serta kebutuhan sekolah maka pantas sudah ” Orang Miskin Dilarang Bersekolah “.

Baca Juga  PRO-KONTRA POLITIK INDONESIA” Benarkah Penguasa Mengorbankan Rakyat Demi Anaknya!!!

Keprihatinan atas sejumlah kasus terkait penegakan hukum selalu saja tajam ke bawah tumpul ke atas sehingga keadilan hanya sebatas khayalan.

Ketololan dan kebobrokan hampir tidak ada sedikit ruang untuk menceritakan tentang prestasi bangsa dan negara ini bukan hutang negara pertahun untuk mewujudkan cita-cita The Founding Fathers atau Bapak Pendiri Bangsa.

Semarak perlombaan 17 Agustusan dan pementasan di gang- gang kampung sekedar kegiatan rutinitas di laksanakan hanya demi hiburan sesat untuk melupakan beban hidup yang berat tanpa memaknai kemerdekaan sesungguhnya.

Baca Juga  Warga Pulau Raas Banjiri Acara Senam dan Jalan Sehat Bersama.

Setelah usai perayaan 17 Agustusan, masyarakat terutama masyarakat miskin di hadapkan lagi pada masalah hidup yang menghimpit. Republik Indonesia secara de jure dan de facto sudah merdeka namun belum merdeka seutuhnya atau sesungguhnya termaktub di UUD 1945 yang telah diubah atau dirubah.

Dalam hal pengelolaan kekayaan alam masih di jajah atau terjajah oleh negara asing juga aseng dari sektor ekonomi dan segi lainnya. Seolah-olah tidak ada harapan untuk hidup di negara kaya raya ini, lantas Republik ini milik siapa ? Akibatnya tidak sedikit yang berteriak ” Indonesia Belum Merdeka !” Maka perlu juga di garisbawahi bahwa semua ini adalah ketololan dan kelemahan didalam hakekat mengisi kemerdekaan.

Baca Juga  Ayo Sampaikan Aspirasi Arah Pembangunan Tanah Bumbu 2025-2045

Bangsa yang besar dan kuat adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya. Jika tidak adil dan tidak jujur berarti masih belum mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai sebuah bangsa dan negara sehingga dalam memenuhi kebutuhan hidup, rakyat atau masyarakatnya masih tergantung dari bangsa dan negara lain.

Korupsi telah merajalela tak tersentuh penguasanya serta kroni- kroninya masih hidup bermewah-mewah dengan harta dari tahta maka omong kosong menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat Republik Indonesia.

“Artikel Eko Gagak – Aktivis Satu Suara 2024”

Baca Juga

Politik

Dinas Kominfo Dan Wartawan Hadiri Tasyakuran DPRD Provinsi Kal Sel Di Aula Pendopo Istana Anak Yatim Tanah Bumbu

Politik

Pjs. Bupati Sidoarjo Berharap Pilkada Sidoarjo Damai dan Menjadi Percontohan

Politik

Ngalor Ngidul Fenomena Issue Gerakan Kampeye Hitam!!! “Tak Cair Coblos Kotak Kosong”

Politik

EKO GAGAK : “Jongos Partai” Wajib Lengser Jika Terbukti Korupsi

Politik

Konsolidasi Pemenangan Relawan “BAIK” Bersama Bolone Abah Subandi

Pemerintah

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Tanah Bumbu Kal Sel Buka puasa Bersama Di Sekretariatan

Politik

DPD Partai Demokrat Prov Kalsel Silahturahmi Dan Konsulidasi Di DPC Demokrat Tanah Bumbu

Politik

Keseriusan Suharinomo Daftar Bacawabup Emban Misi “Dari Kepulauan Untuk Sumenep”