Home / Peristiwa

Jumat, 2 Juni 2023 - 12:11 WIB

Camat Pakal Enggan ,Tindak Lanjuti Warung Penjual Miras Di Jurang Kuping

Surabaya- Suksesi indonesia.com-Semakin merebaknya warung – warung penjual minuman keras (Miras) disertai dengan adanya perempuan pemandu lagu di area wisata Jurang Kuping Surabaya, diduga terjadi karena kurang tegasnya aparat yang ada di wilayah Kecamatan Pakal.

Selain kurang tegasnya aparat setempat, dilansir dari berbagai sumber, kuat dugaan warung – warung tersebut tidak memiliki ijin, namun tetap bebas beroperasi karena adanya beking.

Wisata Jurang Kuping sendiri sudah bermetamorfosa, dari tempat wisata untuk memancing berubah menjadi tempat wisata bagi kaum pemabuk yang ditemani oleh kaum hawa dengan dalih melepaskan penat.

Baca Juga  Kapal Dihantam Ombak, Satpolairud Polres Situbondo bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi 3 ABK

Sungguh sangat ironis sekali, selain berada di tempat wisata, warung – warung penjual miras dan menyediakan perempuan pemandu lagu tersebut, sangat dengan dilingkungan masyarakat. Tentunya, kegiatan mereka, dapat meluluh lantakkan cara berpikir generasi muda di area tersebut.

Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma terkesan bingung saat dikonfirmasi terkait maraknya warung – warung penjual miras yang menyediakan perempuan pemandu lagu di Wisata Jurang Kuping.

“Razia, untuk razia kami harus persiapkan dulu mas. Karena itukan, akan dijadikan wahana. Jadi harus disosialisasikan dulu. Saya sendiri disini (Kecamatan Pakal) baru 6 bulan. Jadi butuh dilakukan sosialisasi, pendekatan dan ketemu dengan pihak – pihak disana. Kita sudah ada perencanaan untuk dijadikan tempat wahan dan taman safari sekaligus,” ucapnya.

Baca Juga  Laka Lantas Tunggal Truck Terjadi di Kecamatan Bluto , Sumenep

Namun sayang, dari pembicaraan atau konfirmasi dengan Camat Pakal, beliau seolah – olah enggan untuk melakukan tindakan tegas terhadap warung – warung maksiat tersebut dengan alibi kearifan lokal yang ada di Wisata Jurang Kuping tersebut.

“Bukan razia ya. Lebih tepatnya kita lakukan sosialisasi. Kan harus ditata. Kearifan lokal disana harus kita teladani. Karena kearifan lokal disitu harus dijunjung tinggi. Disana, kan ada paguyubannya, jadi disosialisasikan,” pungkasnya.

Baca Juga  Lebarkan Sayap, H. Suryandi Ketua AMP DPD NTB Siap Bersinergi Advokasi, Fokus Sosial dan Persatuan Budaya

Apa yang disampaikan oleh Camat Pakal, Deddy Sjahrial terkait kearifan lokal, tentunya sangat bertolak belakang dengan kearifan lokal Bangsa Indonesia. Dimana, kearifan lokal Bangsa Indonesia sangat menjungkung tinggi adat istiadat, etika dan menjaga norma masyarakat serta norma agama.

Apakah yang dimaksud dengan kearifan lokal Wisata Jurang Kuping yakni, menjadi tempat menenggak minuman keras disertai ditemani perempuan pemandu lagu. Sungguh sangat ironi, kearifan lokal yang seharusnya menjadikan manusia lebih baik, dijadikan tameng untuk berbuat maksiat.(Nardi)

Baca Juga

Peristiwa

AKBP. Galih Bayu Raditya : Tujuan Operasi Zebra Semeru 2025, Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Berkendara di Jalan Raya

Peristiwa

Bupati Andi Rudi Latif Instruksikan Jajarannya Gelar Shalat Hajat Peringati Hari Jadi Kalsel ke-75

Peristiwa

Bengkel Karoseri Kembali Beroperasi, DPRD Sidoarjo Berhasil Mediasi Warga dan Pengusaha

Pendidikan

Mafia Tanah Caplok Lahan 120 Hektar Milik Petani Curahdukuh

Peristiwa

Kapolsek Tambaksari Abaikan Konfirmasi Wartawan Terkait Judol

Pemerintah

Bupati Fauzi Apresiasi Peraih Anugerah Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep 2024

Peristiwa

Bupati Tanah Bumbu Tekankan Layanan Kesehatan dan Keberlanjutan Hidup dalam Penyaluran Bansos Disabilitas dan Lansia 2025

Peristiwa

Tim RPKKP Tanah Bumbu Kembangkan Desa Wisata Magrove Angsana