Home / Pemerintah

Kamis, 9 November 2023 - 03:08 WIB

Legislator Juhari: Kejadian Tawuran “Festival Dewi Cemara” Harus Dievaluasi

SUMENEP, Suksesi Indonesia.com –
Permohonan maaf kepada masyarakat oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, terkait kericuhan di Festival Dewi Cemara 2023 di Sumenep beberapa waktu lalu, mendapat simpati dan dukungan termasuk dari kalangan legislatif.

Salah satunya dilontarkan oleh anggota DPRD Sumenep, H. Juhari, yang menilai permohonan maaf yang dilakukan oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo atas kericuhan di Festival Dewi Cemara 2023 di Sumenep itu sudah tepat bahkan yang mendesak aparat penegak hukum, untuk segera melakukan langkah-langkah prosedural dalam mengungkap siapa provokator dan pelaku kericuhan acara tersebut, tentunya harus ditindak lanjuti oleh penegak hukum.

Baca Juga  Konferensi Pers Kapolres Tanah bumbu Mengungkap 18 Kasus Hasil Pelaksanaan Operasi Sikat Intan 2025.

” Apalagi yang menjadi korban lemparan batu dalam kejadian tersebut tidak hanya mereka yang bentrok dua group pendukung musik tong-tong tersebut, namun juga dari penonton termasuk dari aparat kepolisian,” Ujarnya.

Diakui politisi PPP Ini, sebetulnya festival Dewi Cemara yang menampilkan Musik tongtong bagus, tapi ketika ada keributan itu yang disayangkan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Cek Harga Komoditas Pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar Jambi

Oleh sebab itu festival ini perlu dievaluasi apabila akan dilaksanakan dimasa yang akan datang agar tidak terjadi keributan lagi kejadian yang sempat mencoreng semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Bahkan, menurut Juhari, S.Ag kegiatan Festival seharusnya bukan seperti lomba yang ditentukan Juara 1,2,3 dan seterusnya. Seharusnya, kalau mau dikasih hadiah dipilih bisa lima, sepuluh besar dan seterusnya.
“Kalau memang anggarannya besar dikasih semuanya kalau tidak ada tidak usah sekalian, sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial dan sebagainya,” tandasnya.

Baca Juga  Pemkab Tanah Bumbu Resmi Launching Aplikasi DigiS, Permudah Layanan SPPD Online Berbasis Digital

Disayangkan pula kegiatan budaya dan kesenian tradisional yang seharusnya menambahkan persaudaraan justeru gara-gara seni budaya terjadi permusuhan. Bahkan, dikawatirkan tidak hanya saat iitu, bagaimana jika berlanjut diluar kegiatan itu.
” Saya juga minta Pemkab untuk selektif melaksanakan agenda kegiatan tidak asalan ramai, tapi bisa dievaluasi dan diambil skala prioritas, nanti malah banyak agenda masyarakat bukan malah terhibur justru jenuh, ” tambahnya.(rus)

Baca Juga

Pemerintah

Patroli Samapta Berbagi, Bantu Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo

Pemerintah

PAD Tanah Bumbu Berpotensi Meningkat Pada Tahun 2025

Pemerintah

Mall Pelayanan Publik Dipenduk Capil Tuding Ketua Ormas Jadi Makelar

Pemerintah

Luar Biasa, Gelar Turnamen Catur Sudiono Fauzan Jaring Atlet.

Pemerintah

Hari Pendidikan Nasional, Bupati Subandi Serahkan Penghargaan Kepada Guru dan Siswa

Pemerintah

Kasubnit Satpas SIM Colombo : Petugas Harus Siap-Siaga Prosedur Standar Pos Jaga Regol Siang dan Malam

Pemerintah

Tradisi dan Budaya : Gunungan Sedekah Bumi Warnai Harjasda Sidoarjo ke-166

Pemerintah

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu